
Seberapa pantaskah kau untuk kutunggu?
Cukup indahkah dirimu untuk slalu kunantikan?
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku?
Mampukah kita bertahan disaat kita jauh?
Seberapa hebat kau untuk kubanggakan?
Cukup tangguhkah dirimu untuk slalu kuandalkan?
Pagi ini, tiba-tiba telingaku digelitik dengan lirik lagu Sheila On 7, band asal jogja yang sempet jadi band yang kugandrungi jaman2 ABG dulu...
Lirik lagunya menggelitik, dengan musiknya yang easy listening, membuat lagu ini tetap enak dinikmati meski sekarang sudah banyak banget band-band baru dengan wajah yang lebih fresh...
Tapi pagi ini aku nggak bermaksud untuk mengomentari band-band baru yang sedang menjamur... aku justru sedang tergelitik dengan lirik "seberapa pantas" ini. Gimana enggak, rasanya kok agak tertohok ya? hehehe... Aku beneran jadi mikir: seberapa pantaskah kau untuk kutunggu? apa kira-kira yang akan terjadi dalam proses menunggu itu? apa yang akan terjadi pada akhir penantian itu? Aku sendiri nggak berani berandai-andai dan membayangkan. Kita nggak pernah tau apa yang akan 2 tahun kedepan, bahkan 2 jam kedepan?
Jadi pagi ini timbul satu pertanyaan dalam hatiku: Yakinkah aku untuk menunggu? menunggu sesuatu yang nggak pasti... sesuatu yang tak pernah dijanjikan...bahkan seandainya dijanjikan-pun, masih bisa ada pengingkaran...
Hmm... secara logika, pastinya aku nggak mau nunggu sesuatu yang nggak pasti. Tapi kalau secara hati... jelas-jelas bertentangan dengan logika.
Jadi, aku harus gimana? sebenernya ada 1 kalimat dalam lirik lagu yang pas banget:
My friends keep telling me
that if you really love him
you've gotta set him free
and if he returns in kind
i'll know he's mine
Yup, beberapa sahabatpun sempat menyindir dengan lirik itu... jadi, pagi ini... aku mengajak hati dan logika-ku untuk saling berkompromi... hati sudah mulai tersadarkan dengan "seberapa pantas", giliran logika-ku yang harus beraksi...
So, mari...mari logika dan hatiku.... berkompromi-lah...
